Selasa, 20 April 2010

Uji Mutu Sekolah Bonsai Cihideung

Tidak ada pikiran sebelumnya untuk mengirimkan pohon kawista kerikil ini ke Cihideung , beberapa teman malah bertanya apa ada yang minat pohon unik ini, macam mana orang bisa tertarik, si empunya saja pasrah tak tahu mesti diutak-atik apanya lagi agar bonsai batang berjerawat batu ini bisa terlihat bagus.

Bukan maksud untuk mencoba atau melecehkan seseorang, apalagi yang bersangkutan dianggap maha guru atau master dibidang bonsai, tetapi memang kenyataan sekian lama menyimpan dan mencoba beberapa alternatip untuk membuat bonsai kawista ini bisa dipandang sebagai sebuah pohon yang indah  dan  istimewa selalu tidak tercapai. 

Jadi sebelumnya mohon ampun mohon maaf,  Suhu Asep, seharusnya semua kejadian ini tidak pantas untuk diungkap disini, tetapi melihat tangan dingin anda selama ini tidak ada salahnya pohon terkesan "autis" ini kita berangkatkan kesana untuk mendapatkan pengobatan semestinya. 

Teman kita di Medan (namanya tidak pantas disebut)  sampai-sampai berujar,  kalau kawista ini tidak bisa menjadi bagus di sekolah bonsai Cihideung, taruhannya nama bisa rusak, pohon bisa hancur,  sebaiknya dikirim  gambar pohonnya dahulu, kalau Suhu Asep berkenan, baru pohonnya menyusul, jangan-jangan karena pohon ini image Master  bisa berubah menjadi  Master Madya, lucu memang apa di luar kontes istilah Madya atau Utama juga ada bagi senimannya.

Kondisi  bonsai kawista kerikil  ini sekarang  adalah sebagaimana gambar dibawah ini :








Kita tunggu kira-kira apa yang akan muncul  dan akhir cerita selanjutnya dari bonsai ini setelah dipermak oleh Guru Besar bonsai di Cihideung,  secara jujur kita akui,  sudah begitu banyak masukan dan percobaan yang dilakukan, namun sampai saat ini kita belum mendapatkan  hasil akhir yang menurut pengamatan kita bonsai  Kawista Kerikil ini Unik, Cantik dan Istimewa, mudah-mudah2an cantik dan istimewa yang kita harapkan selama ini bisa terwujud ditangan Kang Asep.

Kamis, 18 Maret 2010

Karma Bermain Bonsai

Ini bisa jadi akhir dari petualangan saya di dunia Bonsai, tidak begitu lama menggeluti bidang ini dan bukan pula untuk mata pencaharian, sebagai penggemar biasa saya pantas bersyukur dalam rentang waktu yang tidak begitu lama sudah menyelami banyak seluk beluk perbonsaian di Indonesia.


Banyak sekali suka duka yang terjadi, tidak semua dapat direkam dalam catatan harian disitus ini, keinginan untuk menutup cerita sepertinya mesti dipercepat, orang akan bertanya-tanya, apa gerangan yang terjadi ?.

Sebagai manusia kita percaya bahwa semua yang ada didunia ini adalah ciptaan Yang Kuasa, kita hanya diberi sedikit mandat untuk mengelola atau memanfaatkannya.


Beberapa teman penganut Taoisme berkata :
“ Apa saya tidak merasakan sesuatu firasat perihal kehidupan saya yang kian hari kian sulit, mereka memberikan sedikit sindiran, pohon kan makluk hidup juga, coba anda adalah mereka, diikat dengan kawat baja , dipelintir dengan paksa, apa tidak tersiksa dan menderita, semua didunia ini ada karmanya.

Selama anda semakin mahir dan semakin banyak mengikat pohon, sepertinya nasib anda juga begitu, semakin terikat dan terbelit kesulitan, sama dengan pohon yang tersiksa karena perlakuan anda.

Tidakkah anda melihat kenyataan kebanyakan “ tukang bonsai ” yang hebat ilmunya konon hidupnyapun masih susah, bandingkan dengan profesi lain kalau sudah menguasai kemahiran tertentu kebanyakan hidupnya lebih senang.”


Awalnya tidak ada firasat atau sesuatu yang mengganggu pikiran saya dengan sindiran diatas, sejalan jam terbang yang bertambah, secara sukarela saya bahkan menjadi dokter dan salon bonsai.


Disaat-saat tertentu terkadang teringat juga ungkapan diatas, semakin dipikir sepertinya semakin mendekati kebenaran, sama dengan yang tertulis di kitab suci, sesuatu yang baik atau buruk kalau di pikir dan dibicarakan terus menerus bakal mungkin bisa atau dapat terjadi.


Tuhan maha Pengasih, kalau semua yang saya lakukan adalah dosa dan salah mohon dimaafkan, janganlah diperhitungkan sebagai karma, semua yang saya lakukan ini adalah panggilan jiwa, tidak terpikir untuk menyakiti sesama makluk hidup, saya percaya karya bonsai juga sesuatu yang mulia.


Selama bermain-main di perbonsaian, terkumpul beberapa pesan spiritual yang mungkin pantas anda baca sebagai bahan renungan.

1. Bonsai adalah Seni dan bersifat relatip, dengan demikian, anda tidak perlu ragu berkarya, apapun yang tercipta tidak ada tolak ukurnya, yang penting kalau menurut pribadi anda itu yang terbaik lakukanlah saja, bila orang berkomentar tentang baik atau buruk hasil karya anda, masa bodoh saja.

2. Bisa karena biasa, tidak ada yang terlampau sulit untuk dipelajari dan dipraktekkan, sering-sering melatih tangan dan mata, suatu saat anda pasti akan bisa.

3. Harus punya prinsip dan mental seniman atau kolektor, bagi yang beruntung jadi kolektor, jangan banyak mendengar tetapi banyak melihat serta membeli dengan selektip, ingat ada harga ada barang. Untuk yang memilih sebagai seniman, kutipan ini yang kebetulan pernah saya baca di facebook sangat-sangatlah tepat, pohon sendiri hiburanku, pohon orang uang belanjaku.

4. Kalau lagi stress dan frustrasi, coba melihat bonsai anda di malam hari, umumnya menyejukkan, yang jelekpun akan kelihatan cantik. Perlu diingatkan memilih atau membeli bonsai di malam hari sangat tidak disarankan, jawabannya pasti sudah anda tahu.

5. Waspadalah terhadap orang yang memanfaatkan obsesi anda, sering kita mendengar rumor ada juga mafia di dunia perbonsaian, segalanya bisa diatur agar menjebak anda.

6. Bila anda tidak punya waktu 30 jam sehari (waktu senggang banyak), punya bank sendiri (duit yang banyak), pendengaran budek alias tuli ( tahan omelan anak Istri), jangan berkutat di dunia bonsai, tinggalkan saja segera hobi ini.

7. Bila anda telah siap mental dan batin dan lebih afdol siap secara materi, hobi ini sangat bermanfaat, semua yang diatas hanya bersifat  makruh  dan bukan  haram  fatwanya.


Kalau situs ini berlanjut dan kembali menyajikan cerita, Alhamdullilah, ternyata semua ini bukan karma, Tuhan mengizinkan saya berbagi misteri alam dengan anda sebagaimana Firman Nya :

"Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji supaya ada tumbuh-tumbuhan dibumi, Dan jadilah demikian"



"Tanah ini menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik."

Minggu, 14 Maret 2010

Bonsai Taman Blackpine

Ada sedikit yang memalukan juga kalau diungkap, dengan bantuan teman di Jakarta beberapa tahun silam saya mendapatkan bahan bonsai jenis Blackpine, sedikit terkejut juga kala itu dengan harganya yang murah, karena diinformasikan ukuran extra large dengan harga yang kalau dipikir tidak mungkin dengan tidak sabar saya menunggu kiriman tiba.

Melihat kemasan kiriman datang, jantung berdetak kuat, besar amat ini pohon pikir dalam hati. Satu persatu benang bungkusan dibuka sampai akhirnya goni penutup tersingkap, melongo bodoh saya jadinya, didalamnya teronggok tinggi tegak pohon mirip pinus dengan batang sebesar kaleng coca-cola, dengan sedikit kesal teman dikontak, sejak itu saya mulai paham, bisa jadi kebodohan sendiri karena belum begitu mengerti istilah dalam bonsai, persepsi ukuran di dunia bonsai rupanya berdasarkan tinggi pohon, selama ini kita berasumsi besar adalah ukuran diameter pohon. Walaupun sudah sekian tahun lewat, kesalah pahaman saat lalu tetap menjadi kenangan yang sangat menggelikan.

Kembali ke blackpine tersebut, dengan postur tinggi kurus ceking saat itu tidak tahu apa yang mesti dibuat, ditambah lagi dengan pengalaman yang minim dalam bonsai apalagi dengan jenis blackpine, sepertinya pohon ini adalah korban sia-sia, pernah ditawarkan kepada beberapa teman untuk dijadikan penghias halaman, dan pohon ini juga mengalamai antar dan dijemput kembali karena tidak ada kesapakatan dengan peminat dikarenakan menurut mereka tidak sesuai harga dengan bentuk pohonnya, maklum disamping tidak mengenal blackpine, jenis inipun kurang populer karena jarang bisa dijumpai.

Sudah menjadi prinsip manusia , sering tidak mau mengakui kesalahan dan kebodohan sendiri, dengan kekesalan yang ada kepada beberapa teman penggemar tanaman hias dan bonsai saya berikrar, lihat nanti, pohon ini akan saya jadikan pajangan mewah orang berduit.

Awalnya keinginan adalah untuk tetap menjadikan si jangkung ini bonsai, sejalan dengan waktu serta pemahaman dan pengalaman bonsai yang ada, palu diketok, dengan berbagai pertimbangan terutama dilihat dari acuan pohon , diputuskan menjadikan pohon sakit hati ini sebagai bonsai taman.

Pertama dimulai reka bentuk, beberapa teman memberikan saran, untuk elemen taman saja kenapa ditempuh penyesuaian yang demikian, mereka tidak tahu bahwa ada perubahan kiblat dari rencana bonsai ke bonsai taman, jadi kesalahan menurunkan tinggi pohon sudah tidak dapat diperbaiki lagi.

BONSAI ADALAH SENI, setiap kesalahan yang menurut kebiasaan atau aturan yang ada boleh dikesampingkan saja, seniman punya hak dan kuasa untuk dapat berbuat apa saja kepada ciptaannya, yang terpenting karyanya bisa dinikmati orang banyak. Kalaupun karyanya jelek dan tidak bisa dinikmati orang, tidak perlu kecewa, cukup dengan berkelit seni itu relatip, jadi bagus dimata saya belum tentu bagus dimata anda.

Kini setelah mengalami tekuk plintir, trik atas bawah dan bahkan pancung sana sini, bonsai taman blackpine ini sepertinya bagus juga, penilaian sepihak ini jangan dibantah bila anda belum melihat pohonnya. Sepintas dengan penampilan formal dan gaya konvensional bagi pakar bonsai pasti dinilai membosankan, tapi jangan lupa bonsai taman ini adalah jenis blackpine, jarang-jarang bisa ada.



Kalau pengharapan terkabul suatu hari kelak anda akan melihatnya menjadi satpam atau penjaga halaman rumah orang kaya.

Sabtu, 13 Maret 2010

Kesebelasan Cihideung Selection

Maung Bandung dan Ayam Kinantan Medan, pencinta sepakbola Indonesia pasti sudah mengetahui fanatisme mereka, berjuang sampai keringat terakhir, terkenal dengan permainan kerasnya di lapangan hijau, bagaimana kalau di gabung ?, belum ada sponsor atau promotor yang mengajukan ide ini.

Dikancah kompetisi yang lain, rupanya ada juga yang berani mengambil resiko, walau tanpa sponsor dan hanya dengan dana swadaya bersama seadanya, para pemain Persib Bandung dan PSMS Medan ini disatukan dalam kesebelasan Cihideung Selection menuju laga di Lampung. Sebagai pelatih dan team manajer dirangkap oleh Kang Asep, tidak perlu Munas ataupun Voting kalau ada ajang kompetesi bergengsi sudah secara otomatis figur kita ini mesti dan diharuskan menyodorkan diri.

Dengan predikat pelatih nasional, kang Asep memang tidak pernah pusing menyusun barisan tempurnya, di asrama belakang rumahnya berdesakan bakal pemain nasional dari berbagai daerah, tinggal feeling dan sedikit pengamatan sudah seperti mencabut rumput saja mendapatkan sederetan pemain. Dari mulut sang pelatih keluar juga keluhannnya, tidak semua orang bisa sejiwa dan sependapat, kadang kala sebelum selesai sekolah, kebanyakan anak didik sudah dijemput pulang, ada juga yang belum siap dan masih tahap sekolah tetapi dipaksakan ikut kompetisi, saya mau bilang apa namanya orang kerja.

Nampaknya masih pemain-pamain gaek yang terpilih sekali ini kang ?. Sambil merokok kang asep menjawab : Ya, biasa, walau regenerasi kita mesti juga menyertakan beberapa pemain lama agar dapat membimbing adik-adiknya yang masih baru mengenal ajang kompetisi.

Sambil menunjuk ke deretan pohon yang tersusun di lantai kang Asep menjelaskan, para pemain sekali ini lebih segar daripada yang dikirim ke Malang tempo hari, komposisinya 40 banding 60 lah kalau dipersenkan, porsi besar nya lebih diutamakan ke pamain baru agar diuji dan menambah pengalaman.

Kalau dulu di Malang kang Asep menancapkan target, untuk sekali ini bagaimana kansnya ?.

Sedikit terperangah juga pelatih kita, dengan senyum dan menggaruk muka kang Asep berketus : Aduh, tolong pak, banyak pemain baru yang kita berangkatkan sekali ini, jadi jangan ditargetkan, kalau untuk pemain kita yang lama tentu diharapkan kondisi penilaian bisa ditingkatkan, tapi untuk pemain baru sepertinya hanya beberapa saja yang bisa diharapkan punya prestasi.

Kenapa begitu Kang Asep ?. Pemberitahuan untuk laga di Lampung sedikit mepet, agenda kita tidak kesana , sebelumnya bidikan adalah ajang di Sidoarjo atau Bali bulan Juni mendatang, ujar kang Asep.

Karena masih penasaran kita jejal terus pelatih kita dengan semangat, akhirnya keluar juga sedikit uneg-uneg, kita lagi susah, kalau kesana sia-sia kan seperti orang bodoh, begini sambungnya, untuk pemain lama di katagori Utama seperti Gulo Kemantung, Antingputri dan Cemara Duri tidak ada masalah lagi, sambil berjalan menunjuk dan menyebutkan nama sederetan bonsainya pak Asep berkata lagi, semua yang tadi itu di Madya dan kalau dari pengamatan pak Asep sepertinya bakal nyabet merah juga.

Setelah selesai bicara, kita menghitung kembali apa yang dikatakan Kang Asep, saya hanya bisa berujar, ampun, Lu kagak salah pak Asep, berarti dari 11 pemain kesebelasan Cihideung Selection ini 100 persen dihitung dapat merah !!!!. Masak…….. Iya……… ujar pelatih kita.

kita menutup cerita ini dengan saling tersenyum dan ketawa terkakak kakakkkkkk……

Inilah format sementara Kesebelasan Cihideung Selection menuju laga Lampung :